Balada Gula dan Gigi, Seerat Apa Kausalitas Keduanya? [Bagian Kedua]

Balada Gula dan Gigi, Seerat Apa Kausalitas Keduanya? [Bagian Kedua]

Global Estetik – Pilihan kelompok ini akan juga mengandung vitamin dan mineral, yang hanya dapat diserap dengan benar dalam bentuk yang lebih mudah dicerna tubuh. Mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran segar alih-alih gula tambahan akan cenderung mengurangi potensi pembusukan dan meningkatkan kesehatan.

Pati merupakan kelompok makanan yang sangat beragam, yang bervariasi dalam kingdom botani. Mereka mungkin akan sangat halus dan dikonsumsi dalam keadaan alami, mentah, atau dimasak  seperti pada kacang polong, pisang, dan banyak jenis kacang-kacangan lainnya.

Biji-bijian utuh memiliki sifat yang melindungi gigi dan saat dimakan akan membutuhkan lebih banyak proses mengunyah dan dengan demikian akan merangsang sekresi air liur yang bersifat melindungi. Makanan pokok yang dimasak atau tidak dimasak seperti tepung, nasi, kentang, dan roti memiliki potensi penghancuran yang rendah. Ketika gula ditambahkan ke makanan yang sudah bertepung, potensi pembusukan akan meningkat secara signifikan.

dokter gigi depokBuah tidak memainkan peran penting dalam kerusakan gigi kecuali dikonsumsi secara berlebihan. Buah kering, di sisi lain, mungkin akan lebih kariogenik karena kandungan gula yang tinggi dan sifatnya lengket. Beberapa buah kering juga biasanya mengandung gula yang ditambahkan selama pemrosesannya.

Standar Konsumsi Gula Untuk Kesehatan

Minuman ringan, soda, jus buah, dan minuman olahraga mewakili sumber konsumsi gula terbesar di seluruh dunia. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengutip bahwa seperempat dari populasi dunia mengkonsumsi minuman yang dimaniskan dengan gula pada hari tertentu dan rata-rata, minuman manis memberikan 103 dan 178 kalori per hari untuk wanita dan pria.

Data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) di AS menunjukkan bahwa rata-rata anak-anak mengonsumsi antara 13-17%, dan orang dewasa hampir 12% dari asupan kalori mereka dari gula tambahan yang melebihi pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini.

WHO telah membuat rekomendasi kuat bahwa gula bebas tidak boleh memberikan lebih dari 10% dari asupan kalori dan lebih lanjut menyarankan bahwa membatasi asupan gula bebas tidak lebih dari 5% kalori (sekitar 3 sendok teh untuk anak dan 6 sendok teh untuk orang dewasa) akan memberi manfaat kesehatan lebih lanjut.

Leave comment

081 114 0832

Call Center

cs@globalestetik.com

Kirimkan Email

Buka Praktek

Setiap Hari 09:00 - 20:00

Reservasi Online

Mudah & Cepat