Global Estetik -Pembusukan gigi juga menjadi masalah bagi orang dewasa di dunia dan mempengaruhi lebih dari 90% orang di atas usia empat puluh tahun. Seperempat orang dewasa di atas usia enam tahun telah kehilangan semua giginya, terutama karena pembusukan, yang mempengaruhi kepercayaan diri dan berkonstribusi terhadap masalah gizi dengan membatasi jenis makanan yang dapat dimakan.

Cara Baru Memandang Kerusakan Gigi Proses yang Dinamis

Mulut adalah sebuah ekosistem dimana organisme hidup terus berinteraksi dengan setiap elemen lain dalam lingkungan mereka. Gigi terdiri dari lapisan luar dari enamel yang tidak hidup (zat terkeras di tubuh manusia) dan inti dalam dari dentin yang hidup, dengan konsistensi dan komposisi yang mirip dengan tulang. Enamel sangat termineralisasi dan berbentuk kristal, tersusun terutama dari kalsium dan fosfat.

Gigi disaluti oleh air liur, cairan yang paling luar biasa dan jarang dibahas. Air liur memiliki banyak fungsi penting daan menjaga kesehatan mulut; salah satunya adalah perannya dalam memlihara lingkungan “netral” — keseimbangan antara asam dan basa. (Asiditas diukur secara ilmiah dengan skala “pH”  yang berkisar antara 1-14. pH 1 sangat asam, pH 14 sangat basa. pH mulut umumnya 7 – netral).

Lingkungan mulut juga sarat dengan bakteri. Terdapat lebih banyak bakteri dalam satu mulut daripada orang yang pernah hidup di bumi. Beberapa bakteri ini memiliki potensi untuk menyebabkan pembusukan gigi. Begini cara kerjanya — bakteri spesifik (Streptococcus mutans dan Lactobacillus) melekat pada plak gigi, lapisan lengket keputih-putihan yang terkumpul pada gigi tanpa adanya kebersihan mulut yang efektif.

Ketika gula atau karbohidrat dimakan, bakteri ini memiliki kemampuan untuk menghancurkan gula untuk digunakan sebagai metabolismenya. Namun, selama proses tersebut, mereka menghasilkan asam sebagai produk samping yang akhirnya menurunkan pH air liur.

Pada pH sekitar 5.5, mineral pada bagian permukaan enamel mulai larut dalam sebuah proses yang dikenal sebagai “demineralisasi”, dimana lebih banyak kalsium dan fosfat meninggalkan permukaan gigi dan memasukinya. Efek demineralisasi dini pada enamel dapat dilihat sebagai bercak putih pada gigi.