Global Estetik – Kita semua tahu betapa pentingnya menyikat gigi dalam membangun rutinitas kesehatan gigi. Tetapi akhir-akhir ini banyak orang yang mulai mengatakan bahwa kita harus dengan segera berhenti menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan mestinya lebih memilih pasta gigi alami yang bebas dari bahan fluoride. Tetapi apakah fluoride dalam pasta gigi benar-benar penting, atau haruskah kita benar-benar beralih ke pasta gigi versi alami yang tanpa fluoride?

Pada hakiatnya, fluoride sebenarnya memiliki mekanisme yang sangat solid dalam membantu memperbaiki gigi, jadi adalah penting untuk memastikan gigi kita selalu mendapatkan bantuan dari fluoride. Namun, pasta gigi berfluoride mungkin akan sedikit berlebihan bagi sebagian kecil orang diluar sana.

Bagaimana Sebenarnya Cara Fluoride Melindungi Gigi?

Fluoride adalah ion dari unsur fluor. Fluor adalah salah satu elemen paling umum di permukaan bumi, yang berarti bahwa banyak orang akan secara alami terpapar fluoride melalui makanan mereka. Beberapa jenis makanan laut, misalnya memiliki kandungan  fluoride yang cukup tinggi. Kita juga dapat terpapar zat ini melalui sumber air alami yang biasanya mengandung fluoride.

Baca Juga :  Dampak Bahaya Rokok untuk Pengguna Behel

Melalui paparan alamiah inilah kita akan memahami efek perlindungan dari fluoride untuk gigi. Riset telah membuktikan bahwa bahwa ketika orang mengonsumsi pasokan air alami yang tinggi kadar fluor-nya, mereka mengalami tingkat kerusakan gigi yang lebih rendah. Akhirnya, hal ini menyebabkan standardisasi fluoridasi air untuk pasokan air ke kota-kota besar, yang telah berkontribusi pada tingkat kerusakan dan kehilangan gigi yang lebih rendah, meskipun pada kenyataannya kita sekarang mengkonsumsi gula jauh lebih banyak daripada orang-orang di masa lalu.

Baca Juga :  Fakta dan Sejarah Mahkota Gigi Berbahan Emas

Fluoride memiliki dua mekanisme yang dapat melindungi gigi kita. Pertama, senyawa ini bisa memperkuat enamel gigi. Enamel gigi kita terbuat dari hidroksiapatit, sebuah mineral kompleks yang kuat, tetapi rentan terhadap serangan kimia. Asam melepaskan kalsium dan fosfat dari molekul-molekul ini. Air liur kita memiliki kemampuan untuk menambahkan zat ini kembali secara bertahap, tetapi dengan bantuan fluoride, proses ini dapat menjadi lebih cepat. Hasilnya adalah gigi yang sekarang memiliki banyak molekul fluorapatite, yang sebenarnya lebih kuat dan lebih tahan terhadap serangan asam.