Global Estetik – Sensasi lidah terbakar adalah masalah yang umum terjadi. Biasanya, kondisinya terjadi setelah makan atau minum sesuatu yang terlalu panas. Pengobatan pertolongan pertama standar untuk luka bakar juga dapat bekerja untuk masalah ini.
Luka bakar ringan di lidah anda bisa menjadi gangguan, tapi pada akhirnya akan sembuh. Jika Anda mengalami luka bakar serius, segera cari bantuan medis secepatnya. Dalam beberapa kasus, anda mungkin merasakan sensasi terbakar di lidah anda tanpa luka bakar yang sebenarnya. Kondisi ini disebut sindroma lidah terbakar, yang juga dikenal sebagai glossopyrosis idiopatik.
Kemungkinan Penyebab
Meremehkan suhu uap, makanan panas, atau cairan dapat menyebabkan luka bakar di lidah, mulut, atau bibir anda. Sering makan dan minum makanan dan minuman yang sangat panas tanpa menguji suhu membuat anda berisiko tinggi untuk membakar lidah. Sementara, Burning tongue syndrome adalah suatu kondisi yang bisa membuat anda merasakan sensasi luka bakar di lidah tanpa alasan yang jelas.
Wanita postmenopause mengalami peningkatan risiko sindroma lidah terbakar. Sensasi ini bisa dikaitkan dengan penurunan kadar estrogen, yang bisa menyebabkan penurunan sensitivitas taste buds.
Dua jenis sindrom lidah terbakar adalah primer dan sekunder. Pada sindroma mulut terbakar primer, tidak ada penyebab yang diketahui. Sindroma mulut terbakar sekunder kemungkinan disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Sindroma mulut terbakar sekunder mungkin disebabkan oleh:
- Mulut kering, yang sering merupakan efek samping obat atau gejala kondisi medis lainnya
- Sariawan, yang merupakan infeksi ragi oral
- Lichen planus oral, yang merupakan peradangan kronis di mulut yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang meluncurkan serangan pada sel membran mukosa mulut.
- Lidah geografi, yang merupakan kondisi di mana permukaan lidahnya hilang beberapa benjolan kecil khasnya yang disebut papila dan malah memiliki area bercak merah dan kadang terangkat yang cenderung lenyap dan kemudian muncul kembali di berbagai area lidah.
- Kekurangan vitamin
- Kegelisahan
Depresi
- Kekhawatiran Berlebih
- Gigi palsu
- Kerusakan pada saraf
- Reaksi alergi terhadap makanan tertentu
- Asam lambung yang masuk ke dalam mulut dari kondisi seperti penyakit refluks gastroesophageal, atau GERD
- Obat-obatan, seperti yang digunakan untuk tekanan darah tinggi
- Diabetes, hipotiroidisme, dan kelainan endokrin lainnya
- Ketidakseimbangan hormon, seperti saat menopause
- Menggiling gigi, menyikat gigi terlalu keras, terlalu sering menggunakan obat kumur mulut, dan kebiasaan oral lainnya yang tidak sehat