Global Estetik – Penyebab gastrointestinal halitosis pada balita tidak umum terjadi dibanding penyebab lainnya, namun perlu dipertimbangkan saat keluhan GI lainnya ada.
Jika anak memiliki bau mulut yang kronis dan juga memiliki masalah dengan sakit perut, mual, muntah, atau sakit maag, maka penyakit refluks gastroesofagus (GERD) adalah sumber yang mungkin mendalangi masalan ini. Dalam kondisi ini, asam lambung akan mengalami refluks atau berjalan di atas kerongkongan, sering masuk ke tenggorokan atau mulut, dan dalam beberapa kasus keluar mulut. Orang tua mungkin lebih mengenal GERD sebagai masalah bayi, tapi ini bisa terjadi pada balita.
Infeksi dengan Helicobacter pylori, bakteri yang bisa menginfeksi perut dan menyebabkan banyak gejala, adalah penyakit lain yang bisa menyebabkan bau mulut. Biasanya, ini terjadi bersamaan dengan keluhan GI yang jelas lainnya seperti sakit perut, mual, muntah, atau bersendawa. Infeksi H. pylori lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua, namun terkadang dapat ditemukan pada balita.
Treatment
Masalah ini jelas paling baik ditangani oleh dokter. Pengobatan adalah jalan utama untuk masalah ini, namun anak anda mungkin perlu pengujian lebih dulu untuk menentukan apakah GERD atau H. pylori yang menjadi penyebab masalah. Jika anak anda memiliki gejala GI yang sering atau kronis disertai dengan bau mulut, bicarakan dengan dokter anak pilihan anda.
Penyebab Lain dari Halitosis pada Balita
Anak-anak dengan kebiasaan bernafas dengan mulut saat tidur dapat mengalami kejadian halitosis lebih tinggi daripada anak-anak tanpa kebiasaan pernapasan mulut. Pernapasan mulut bisa mengeringkan mukosa oral, yang menyebabkan penurunan aliran air liur, yang berakibat pada pelepasan senyawa berbau busuk di mulut yang disebutkan di atas. Ada banyak alasan mengapa anak-anak bernafas dengan mulut, mulai dari kongesti hidung akibat alergi hingga adenoid besar yang menghalangi jalan napas anak.
Treatment
Jika anak Anda adalah terbiasa bernafas dengan mulut, carilah bantuan dari dokter. Karena ada banyak penyebab pernapasan mulut saat tidur, beberapa di antaranya secara medis sangat signifikan, penyedia layanan kesehatan anak akan mengevaluasi kasus ini.