Veneer Tidak Langsung – Porselen [Bagian Terakhir] – Resiko dan Efek Samping

Global Estetik – Seperti halnya setiap perawatan medis, ada beberapa risiko yang terkait dengan pemasangan veneer porselen. Untuk sebagian besar, risikonya kecil dan sangat jarang.

 

Gigi Sensitif

Veneers dianggap sebagai pengobatan dengan risiko sangat rendah. Namun, seperti halnya prosedur medis atau gigi, ada beberapa kemungkinan komplikasi. Karena perawatan ini sering melibatkan pengikisan enamel, risiko terbesar adalah pasien akan mengalami sensitivitas gigi permanen, terutama pada suhu panas atau dingin. Biasanya, jika sensitivitas bertahan lebih dari 3 sampai 6 bulan setelah pemasangan veneer, ini mengindikasikan masalah mendasar pada prosedur ini. Misalnya, semen gigi mungkin bocor atau saraf mungkin terkena dan terinfeksi saat penempatan veneer.

 

Kerusakan Gigi

Ada juga sedikit risiko ketika dentin yang mendasari gigi dapat menjadi rusak selama proses pengikisan lapisa enamel. Alternatif lain, veneer yang tidak pas bisa mengubah kesejajaran gigitan pasien, yang menyebabkan sensitivitas gigi, ketidaknyamanan saat makan, atau, dalam kasus yang lebih ekstrem, bruxism dan nyeri rahang.

 

Pergantian Selanjutnya

Meski veneer bisa bertahan beberapa dekade, namun pada akhirnya harus diganti, dan proses penempatan kedua kalinya akan melibatkan proses pengikisan enamel lagi. Mereka yang sudah memiliki beberapa erosi email sebelum perawatan pertama mereka mungkin tidak memiliki cukup lapisan enamel untuk pemasangan kedua. Dalam kasus ini, mereka akan membutuhkan restorasi alternatif seperti bonding gigi atau pemasangan mahkota gigi. Pasien harus mendiskusikan opsi penggantian  sebelum menerima set pertama veneer mereka. Jika pasien tidak mau mempertimbangkan perawatan alternatif di masa depan, mereka seharusnya tidak memilih prosedur yang akan mengubah giginya secara permanen.

 

Meminimalisir Resiko

Sebagaimana dinyatakan di atas, veneer termasuk perawatan gigi yang sangat aman, dan ada beberapa hal yang pasien dapat lakukan untuk mengurangi risiko. Pertama, mereka harus berhati-hati saat memilih dokter gigi, pilihlah dokter gigi yang telah berpengalaman dan memiliki sertifikasi yang jelas. Dengan membaca ulasan dari pasien masa lalunya kemudian pasien dapat menentukan apakah dokter gigi tertentu memiliki riwayat komplikasi kasus. Kedua, jika pasien benar-benar memperhatikan sensitivitas gigi atau sifat permanen veneer, pasien mungkin dapat memilih veneer tanpa persiapan (no-prep). Karena mereka memerlukan sedikit penghapusan enamel, dan jika ada, risiko sensitivitasnya lebih rendah.

 

Efek Samping (Sementara)

Meskipun sensitivitas permanen setelah pemasangan veneer jarang terjadi, banyak pasien yang mengalami ketidaknyamanan ringan sementara. Biasanya sensitivitas ini berlangsung selama 1 sampai 3 minggu pertama setelah melewati prosedur pemasangan veneer. Pasien juga bisa mengendalikan rasa sensitif berlebih pada gigi ini dengan menghindari makanan yang sangat panas dan dingin, terutama dalam suksesi yang dekat (dalam urutan makan yang berdekatan). Pasien juga harus mencoba menggunakan pasta gigi tanpa khusus gigi sensitif selama 6 bulan setelah perawatan.

 

Bagikan Ke Teman:
Share:

Tinggalkan Balasan